Friday, August 31, 2007

Jalintim Tertutup Asap

KOMPAS - Jumat, 31 Agustus 2007

Sampai Rabu Malam di Sumsel Terpantau Ada 38 Titik Api

Palembang, Kompas - Para pengendara di jalan lintas timur Sumatera atau jalintim Sumatera pada ruas Palembang-Indralaya, Kamis (30/8), harus ekstra hati-hati. Selain rusak, kemarin jalur itu tertutup asap tebal akibat kebakaran lahan masyarakat. Jarak pandang sangat pendek, sekitar 5 meter.
Berdasarkan pengamatan Kompas, lokasi kebakaran yang menyebabkan kabut asap berada di ruas Palembang-Indralaya Kilometer (Km) 18, Km 20, Km 23, dan Km 28, sebelum memasuki Indralaya. Sejumlah pos kebakaran hutan yang dibangun di sepanjang jalan tampak kosong, padahal pos tersebut dibangun karena wilayah itu rawan kebakaran.
Untuk menghindari tabrakan, para pengendara harus berjalan pelan sambil menghidupkan lampu. Asap yang tebal juga menyebabkan mata pedih dan mengganggu pernapasan.
Sebuah mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), berusaha memadamkan api, tetapi tidak bisa tuntas. Luas area kebakaran yang harus dipadamkan terlalu besar dibandingkan dengan kemampuan mobil pemadam tersebut.
Lid (36), warga Desa Arisan Jaya, Kabupaten Ogan Ilir, mengatakan, asap pertama kali muncul sekitar pukul 14.00. Api berasal dari lahan gambut di sebelah timur, kemudian semakin meluas ke barat mendekati ruas jalan jalintim.
"Tahun lalu kebakaran juga terjadi di daerah ini. Asap menyebabkan warga sakit tenggorokan. Saya tidak tahu penyebab kebakaran kali ini, apakah sengaja dibakar atau tidak," kata Lid.
Menurut Ahmad Amin (63), warga Desa Talang Pangeran, Kabupaten Ogan Ilir, api muncul dari lahan gambut yang selama ini ditelantarkan. Api menjadi besar karena tiupan angin kencang, bahkan mendekati permukiman. Untuk menghindari kebakaran, warga menyiram rumahnya dengan air.
"Kalau kebakaran besar seperti ini, tidak ada yang bisa kami lakukan. Di dekat sini ada pos aju kebakaran hutan, tapi tidak ada orangnya (penjaganya)," kata Ahmad sambil menunjuk sebuah bangunan tak jauh dari rumahnya.
38 titik api
Kepala Dinas Kehutanan Sumsel Dodi Supriadi mengatakan, sampai Rabu malam di Sumsel terpantau ada 38 titik api. Titik api belum masuk ke lahan gambut, tapi masih di lahan kering. "Masyarakat sengaja membakar untuk persiapan memasuki masa tanam," kata Dodi.
Menurut Dodi, lambatnya pencairan dana menyebabkan upaya penanggulangan kebakaran hutan terhambat. Proposal permintaan dana penanggulangan kebakaran di Sumsel yang dikirimkan ke Departemen Kehutanan dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup belum dijawab.
"Proposal sudah dikirim sejak Februari, tetapi sampai sekarang dananya belum turun, padahal puncak kebakaran hutan di Sumsel September-Oktober. Sekarang kami diminta membuat proposal lagi ke BKSDA," ujarnya. (WAD)

0 comments: