Monday, June 04, 2007

Di Dadanya Tersimpan Peluru

KORAN TEMPO - Senin, 04 Juni 2007

Mungkin, suatu saat kelak, Choirul Anwar dapat membesarkan dada dan melupakan kejadian Rabu lalu, saat ibu yang menggendongnya tersungkur diterjang peluru tentara.
Mungkin, suatu saat kelak, Choirul Anwar dapat membesarkan dada dan melupakan kejadian Rabu lalu, saat ibu yang menggendongnya tersungkur diterjang peluru tentara. Tapi mungkin di dadanya itu peluru tetap tersimpan hingga tua, menjadi "kenang-kenangan" tentang pagi yang berdarah. Dokter memutuskan tidak mengangkat peluru yang telah menjadi serpihan itu dari dadanya. "Banyak tentara yang hidup dengan peluru di dalam tubuhnya. Dalam kasus Choirul, serpihan peluru di tubuhnya tidak membahayakan," kata Wakil Direktur Rumah Sakit Syaiful Anwar, Malang, Respati Drajad, kemarin. Dokter khawatir operasi pengangkatan serpihan peluru itu justru berbahaya mengingat kondisi Choirul yang lemah. Choirul, yang baru berumur empat tahun, adalah satu dari tujuh korban luka dalam bentrokan berlatar belakang sengketa tanah antara warga Alas Tlogo, Pasuruan, dan pasukan marinir, Rabu pekan lalu. Ia tertembak di dada kiri. Untung tak mengenai jantung. Jika tidak, ia mungkin bernasib sama seperti ibunya, Mistin, dan tiga korban tewas lainnya. Choirul, yang kini tergolek lemas di Ruang 13 RS Syaiful Anwar, memang beruntung bisa hidup meski proyektil peluru mengoyak tubuh mungilnya. Serpihan metal atau proyektil peluru yang masuk melalui dada kemudian menyerempet ke paru-paru sehingga mengakibatkan perdarahan. "Hasil rontgen menunjukkan ada serpihan metal atau logam di dada korban. Serpihan mengumpul di satu tempat," kata Setyo Sugiharto, dokter yang merawat Choirul.Agar darah tidak menggumpal di paru-paru, dokter segera menyedotnya. Selain itu, menjahit luka yang ada di paru-paru. Cara ini ditempuh untuk memulihkan fungsi paru-paru korban, meskipun masih dalam taraf minimal. "Alhamdulillah, kondisinya mulai membaik," kata ayah Choirul, Soetrisno, kemarin. Di sampingnya, Choirul masih tergolek. Matanya kerap terpejam. Helaan napasnya masih sepanjang selang infus yang menjulur ke tangannya.Selain di dada Choirul, peluru juga masih ada di tubuh Erwanto, juga korban penembakan di Pasuruan. Tim dokter RS Syaiful Anwar menemukan proyektil peluru masuk dan bersarang di pinggul sebelah kiri pria 21 tahun ini. Proyektil kemudian pecah dan menyebar ke kandung kemih dan usus. Total ada enam titik luka dalam. Dokter terpaksa memotong 40 sentimeter usus yang terluka itu. Operasi penyambungan usus akan dilakukan dua minggu lagi. Untuk sementara, Erwanto buang air besar melalui dinding perut.
BIBIN BINTARIADI

0 comments: