Monday, June 04, 2007

Ditemukan Senjata dan Ratusan Peluru

KOMPAS - Senin, 04 Juni 2007

Ambon, Kompas - Dua pucuk senjata organik jenis M-16, sepucuk SS-1, serta ratusan butir peluru ditemukan oleh warga perbukitan Dusun Ahuru, Batumerah, Ambon, Maluku, Sabtu (2/6) pukul 13.00.
Senjata dan amunisi tersebut ditemukan di dekat lubang galian yang diduga kuat merupakan tempat penyimpanan.
Hingga Minggu kemarin, kasus penemuan senjata dan peluru itu masih diselidiki oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.
Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan bahwa senjata dan peluru itu ditemukan Ny Bima Wally dan Minja, warga RT 09 RW 14 Ahuru. Mereka berdua pergi ke bukit di belakang kampung untuk mencari kayu bakar. Saat sampai di atas bukit, mereka menemukan ketiga senjata tanpa magasin dan karung berisi ratusan peluru serta magasin.
"Kedua warga kami itu mau mencari kayu dan menemukan senjata itu tanpa sengaja. Kami kemudian melaporkan temuan itu ke polisi (Kepolisian Sektor Sirimau)," kata Kubangun, Ketua RT 09.
Ketika dilakukan penggalian di sebuah kolam kecil di dekat lokasi penemuan, polisi menemukan puluhan butir peluru. Kolam berukuran sekitar 1 meter x 0,5 meter dengan kedalaman sekitar 1 meter tersebut diduga kuat sengaja dibuat untuk tempat penyimpanan karena pada bagian bawahnya disemen.
Di semak-semak di sekitar kolam juga ditemukan cangkul dan linggis. Kedua alat itu bekas dipakai untuk menggali tanah karena masih ada sisa tanah pada mata cangkul dan linggis.
Untuk penyelidikan lebih lanjut, lima saksi telah dimintai keterangan oleh polisi. Kepala Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Ajun Komisaris Besar Trilulus Rahardjo mengatakan bahwa senjata tersebut kemungkinan sisa kerusuhan sosial Maluku.
Senjata dan amunisi yang masih aktif itu sempat disimpan di Kepolisian Sektor Sirimau sebelum dikirim ke Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Pascakonflik sosial, senjata organik dan rakitan diduga masih banyak berada di lapangan. Masyarakat terus didekati oleh pihak kepolisian dan TNI supaya bersedia menyerahkan senjata yang masih dimiliki. (ANG)

0 comments: