Monday, June 04, 2007

Data inflasi akan jadi sentimen positif

BISNIS - Senin, 04/06/2007

JAKARTA: Kondisi pasar modal dinilai masih positif, pergerakannya akan mencermati data inflasi Mei yang diumumkan pada hari ini, sekaligus keputusan Bank Indonesia soal suku bunga pada Kamis. Head of Research Mega Capital Indonesia Felix Sindhunata menilai kondisi pasar modal Indonesia secara umum masih positif. Dia bahkan optimistis kejatuhan indeks bursa di China hampir tidak berimbas ke bursa dalam negeri. Indeks Hang Seng di Hong Kong ditutup melemah 31,60 poin atau 0,15% menjadi 20.602,87 pada Jumat, pekan lalu.Lebih jauh, Felix menyarankan agar pemodal mengamati pergerakan bursa di AS, termasuk sejumlah data ekonomi yang keluar di Negeri Paman Sam itu. Meskipun pertumbuhan ekonomi AS di kuartal pertama tercatat 0,6%, lebih kecil dari perkiraan ekonom yang sebesar 0,8%, indeks bursa industri Dow Jones di New York berhasil ditutup naik. Indeks Dow Jones melesat 40,47 poin atau 0,30% ke level 13.668,11. Sementara itu, dalam sepekan kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta naik 23,89 poin menuju ke level 2.084,32 dibandingkan posisi penutupan akhir pekan sebelumnya di 2.060,43. Posisi IHSG terakhir kali positif setelah dalam dua hari mengalami koreksi."Yang pasti faktor domestik akan lihat data inflasi dan BI Rate pekan depan. Likuiditas pasar positif, sentimen domestik cukup baik. Saya pikir kalau tidak ada masalah dengan regional dan pasar AS, IHSG masih bisa di atas 2.100, dengan kisaran pergerakan berada di 2.050-2.130," kata Felix, akhir pekan lalu.Secara terpisah, pedagang surat utang Trimegah Securities I Made Adi Saputra memperkirakan inflasi pada Mei masih rendah, meski tidak serendah April yang mencatat deflasi sebesar 0,16%.Survei terhadap sejumlah ekonom yang dilakukan Bloomberg menunjukkan inflasi pada bulan lalu, yang akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik pada siang ini, sebesar 0,30%. Jika realisasi inflasi terbukti rendah, kata Adi, maka pasar akan bereaksi positif dan harga obligasi akan bergerak dalam lingkup terbatas. Dia juga memperkirakan dewan gubernur Bank Indonesia (BI) dalam pertemuannya pada Kamis, bakal menahan tingkat suku bunga di level 8,75%. Pasalnya, terlalu cepat jika BI kembali memangkas suku bunganya pada bulan ini. "Masih ada tujuh kali rapat lagi, padahal target posisi suku bunga di akhir tahun sudah dekat. Keputusan BI soal tingkat suku bunganya memang masih mereka-reka. Spekulasi ini yang akan membuat pasar ramai," kata dia.
(pudji.lestari@bisnis.co.id)
Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

0 comments: